Perbedaan Analisis Teknikal dan Analisis Fundamental

image by dailysocial.id

Ketika baru pertama kali mencari tahu tentang dunia saham, saya sangat sering sekali mendengar dua kata yaitu “analisis teknikal” dan “analisis fundamental”. Kedua istilah ini sebenarnya bukan hanya digunakan dalam dunia saham atau trading saham – ini juga biasa digunakan dalam bidang Forex atau lainnya.

Sama halnya seperti semua pemula(meskipun saat ini masih pemula), mendengar ada kata-kata asing tentu membuat rasa penasaran menghampiri(putis sekali Ferguso!). Dan setelah mencari-cari dan terjun langsung dalam dunia trading saham, saya pun akhirnya mulai mendapat pencerahan tentang arti dan perbedaan dari 2 kata krusial tersebut.

Melihat banyaknya penjelasan terkait dengan teori analisis teknikal maupun analisis fundamental awalnya memang cukup membingungkan. Setelah mencari beberapa referensi, akhirnya saya mulai bisa menelaah maksud dari keduanya.

Ok, tanpa panjang lebar lagi, saya akan menjelaskan secara singkat dengan harapan teman-teman pemula seperti saya bisa memahami tentang apa itu analisis teknikal dan analisis fundamental serta perbedaan keduanya.

Analisis Teknikal

Analisis teknikal merupakan jenis atau teknik untuk melakukan analisa berdasarkan hal-hal teknis. Contoh dari hal teknis seperti melihat pergerakan dari market entah itu melalui chart, volume, pergerakan(moving avarage) dan sebagainya.

Dari banyak referensi yang saya temukan, analisis teknikal ini dipandang merupakan teknik yang sangat cocok jika Anda melakukan trading saham, bukan investasi saham. Biasanya para trader yang memang menggantungkan penghasilan utama dari saham akan banyak mempelajari dan menggunakan analisis teknikal untuk mendapatkan profit harian.

Untuk bisa menguasai teknikal ini diperlukan pengalaman serta kesabaran untuk menerapkan startegi yang tepat sasaran sehingga mampu menghasilkan profit dan menghindari risiko yang terlalu besar.

Analisis Fundamental

Untuk analisis fundamental sendiri sederhananya adalah analisa yang dilakukan dengna melihat dari perkembangan/pemberitaan dari sebuah emiten(perusahaan) yang ada. Biasanya, mereka yang ingin melakukan investasi jangka panjang akan melihat portofolio dari emiten berdasarkan fundamental.

Hal-hal seperti keuangan, pertumbuhan serta hal-hal lain dari sebuah perusahaan menjadi hal yang penting sebelum menentukan akan menaroh dana kemana untuk di-investasikan.

Bagi pemula, Anda bisa melihat bagaimana emiten yang memiliki fundamental yang baik dari daftar LQ45 yang diterbitkan oleh Bursa Efek Indonesia(BEI). LQ45 merupakan 45 emiten terbaik yang dipilih oleh BEI melalui kriteria-kriteria tertentu. Daftar LQ45 sendiri akan diperbaharui setiap 6 bulan sekali. Anda bisa memilih emiten dari daftar LQ45 karena ini sudah pastinya memiliki fundamental yang sangat baik.

Mana yang perlu dipelajari terlebih dahulu?

Sebenarnya, dari pengalaman pribadi hal yang perlu dipelajari pertama sudah pasti adalah fundamental. Ketika Anda mencari informasi tentang suatu emiten dan ingin melakukan investasi maupun trading, itu sebenarnya sudah melakukan analisa secara fundamental.

Meskipun tidak melihat berbagai aspek lebih detail tentang emiten yang ada, tetapi melihat track record dari emiten sendiri sudah bisa dikatakan merupakan suatu bentuk analisa secara fundamental.

Jadi, bisa disimpulkan bahwa pengetahuan tentang perusahaan meskipun hanya kulitnya saja bisa masuk kategori fundamental, sedangkan hal yang berkaitan dengan teori teknik seperti membaca pergerakan saham, chart atau lainnya sudah masuk dalam ranah analisis teknikal.

Semoga penjelasan singkat ini bisa dipahami oleh pembaca yang merupakan trader/investor saham pemula. Salam sukses!

COMMENTS

DISQUS: 0