Sudah Tau Perbedaan Reseller dan Dropshipper?

image : resepit.com

Saat ini, transaksi jual-beli online sudah menjadi keseharian bagi masyarakat modern. Kemudahan yang ditawarkan membuat layanan jual-beli online tumbuh subur – bahkan ini diprediksi masih akan terus bertambah dan bertambah dengan seiring bertambahnya waktu.

Bagi masyarakat awam, tentu saja layanan jual-beli online memberikan kemudahan – akan tetapi, bagi kamu yang memiliki sudut pandang bisnis/usaha, maka ini sebenarnya merupakan peluang besar.

Sudah banyak cerita kesuksesan orang-orang yang memanfaatkan hadirnya layanan jual-beli online. Dari berbagai situs jual-beli online tadi, beberapa orang sudah mampu meraup keuntungan yang bahkan tak sedikit dari mereka yang sepenuhnya menjadi pedagang online dengan penghasilan yang fantastis.

Mungkin tidak sedikit yang sudah mengetahui tentang potensi keuntungan besar dari jual-beli online ini, tetapi tak sedikit dari mereka yang belum mau mencoba lantaran terhambat banyak hal dan salah satunya sudah pasti kendala modal.

Internet serta pengetahuan sebenarnya juga bisa disebut sebagai modal, karena ini sudah bisa memfasilitasi kita untuk mulai berjualan tanpa modal uang sekalipun. Ya, ini biasanya sering dimanfaatkan mereka yang menjadi seorang dropshipper.

Selain dropship, mungkin kamu juga sering mendengar reseller. Lalu, apa perbedaan antara dropshipper dan reseller?

Baik reseller maupun dropshipper, keduanya sering sekali menjadi solusi bagi mereka yang ingin memulai bisnis online dengan modal minim dan memiliki potensi untuk mendapatkan keuntungan yang sangat besar. Lalu, apa perbedaan dari reseller dan dropshipper?

Reseller

Reseller sendiri berarti menjual kembali, dimana sistemnya adalah membeli barang/produk dalam jumlah besar dengan harga yang lebih murah untuk dijual kembali dengan harga yang lebih tinggi.

Tono misalnya ingin memiliki bisnis online jam tangan laki-laki, lalu ia mencari distributor dan membeli misalnya 12 buah jam untuk di jual kembali. Karena Tono membeli dalam jumlah besar, ia mendapatkan harga 1 buah jam dengan harga Rp.50.000 saja.

Setelah mendapatkan jam tadi, Tono akhirnya menjual jam yang dibeli tadi dengan harga Rp.85.000. Dari selisih harga inilah Tono bisa mendapatkan keuntungan dari menjual kembali jam tersebut secara online.

Keuntungan : Tono bisa melihat produk secara fisik terlebih dahulu sebelum kembali di jual

Kerugian : Tono harus memiliki modal untuk bisa mendapatkan produk sebelum kembali di jual.

Dropshipper

Berbeda dengan reseller, dropshipper hanya perlu untuk menjual gambar. Ya benar, hanya gambar.

Misalkan, Tono tidak memiliki modal uang untuk berjualan jam tangan, ia akhirnya memutuskan menjadi seorang dropshipper. Tugas dari dropshipper sendiri adalah untuk mencari pembeli.

Ketika Tono berhasil mendapatkan seorang pembeli, maka Tono akan menghubungi distributor untuk mengirimkan barang yang dibeli oleh konsumen. Pembeli tadi akan melakukan pembayaran ke Tono dengan harga yang sudah ditambahkan keuntungan. Setelah menerima uang tersebut, Tono akan menghubungi distributor dan membayar produk yang dipesan pembeli tadi sehingga nantinya distributor-lah yang mengirimkan produk ke konsumen atas nama Tono.

Singkatnya, Tono disini berperan menjadi penengah antara pembeli dan distributor, ia hanya perlu mencari pembeli dan menjual produk dengan harga yang lebih tinggi dari distributor sehingga tidak memerlukan modal uang untuk membeli produk untuk kembali di jual seperti reseller.

Keuntungan : tidak membutuhkan modal uang

Kerugian : tidak bisa melihat kondisi fisik dan tergantung dari stok distributor

Dari contoh diatas, semoga kamu sudah mengerti tentang perbedaan antara reseller dan dropshipper. Nah, tertarik mencoba salah satunya?

COMMENTS

DISQUS: 0